Agama dan Islam

A.  Pengertian Agama dan Sejarah Manusia Beragama

Agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.

Dalam bahasa Alquran “ din “ diartikan sebagai agama. Kata Din yang berasal dari akar bahasa Arab dyn mempunyai banyak arti pokok, yaitu: keberhutangan, kepatuhan, kekuasaan, kebijaksanaan dan kecenderungan alami atau tendensi.

Di dalam kamus bahasa Inggris terdapat kata yang oleh para ahli diterjemahkan dengan “agama”, yaitu kata “Religion”. Disamping diterjemahkan dengan agama kata “religion” juga diartikan dengan “kepercayaan kepada Tuhan dan dewa-dewa” serta “pemujaan kepada Tuhan dan dewa-dewa”. Kata “Religion” oleh para ahli bahasa Inggris juga diberikan sinonim dengan kata “Belief” dan “Faith” yang artinya keyakinan dan kepercayaan.

Sebuah agama biasanya melingkupi tiga persoalan pokok, yaitu:

  1. Kredial (keyakinan), yaitu keyakinan akan adanya sesuatu kekuatan supranatural yang diyakini mengatur dan mencipta alam.
  2. Ritual (peribadatan), yaitutingkah laku manusia dalam berhubungan dengan kekuatan supranatural tersebut sebagai konsekuensi atau pengakuan dan ketundukannya.
  3. Sosial, yaitu aturan hidup bermasyarakat. Sistem nilai yang mengatur hubungan manusia dengan manusia lainnya atau alam semesta yang dikaitkan dengan keyakinanya tersebut.

Manusia terdiri atas dimensi fisik dan dimensi non fisik yang bersifat potensial. Dimensi fisik terdiri atas berbagai domain rohaniyah yang saling berkaitan, yaitu jiwa ( phscye), pikiran (ratio), dan rasa (sense). Dan keyakinan akan adanya Tuhan dicapai manusia melalui 3 pendekatan, antara lain:

  1. Material experience of humanity, yaitu melalui kajian terhadap fenomena alam semesta. Banyak kenampakan alam yang mengangumkan dan menunjukan kebesaran sang pencipta.
  2. Inner experience of humanity, yaitu melalui kesadaran batiniyyah.
  3. Spiritual experience of humanity, yaitu didasarkan pada wahyu yang diturunkan oleh Tuhan melalui utusannya.

Agama sangat dibutuhkan oleh manusia, karena melalui agama:

  1. Mengarahkan, membimbing dan menunjukan kepada manusia tentang sumber yang dapat dijadkan pegangan dalam meghadapi problema kehidupan serta cara yang harus dilakukan untuk menyelesaikannya.
  2. Mendidik manusia agar mempunyai sikap dan pendirian tertentu, jelas, positif dan tepat.
  3. Mendidik manusia berani menegakan kebenaran.
  4. Memberikan tuntunan dan ajaran yang dibutuhkan manusia dan menumbuhkan sifat – sifat utama seperti rendah hati, sopan santun dsb dan melarang sikap sebaliknya.

 B.  Arti dan Ruang Lingkup Agama Islam

Islam berasal dari kata as lama yang merupakan turunan dari kata assalmu, assalamu, assalamatu yang artinya bersih dan selamat dari kecatatan lahir batin. Dari asal kata ini, dapat diartikan bahwa dalam islam terkandung makna suci, bersih, tanpa cacat atau sempurna. Kata islam juga dapat diambil dari kata assilmu dan assalmu yang berarti perdamaian dan keamanan. Dari asal kata ini islam mengandung makna perdamaian dan keselamatan, karena itu kata assalamu alaikum merupakan kata kecintaan seorang muslim pada orang lain, karena itu islam selalu menebar doa dan kedamaian kepada sesama. Dari kata assalamu, assalmu dan assilmu yang berarti menyerahkan diri, tunduk dan taat. Semua asal kata diatas berasal dari tiga huruf, yaitu sin, lam dan mim (di baca salima) yang artinya sejahtera, tidak tercela dan selamat.

Pengertian islam secara terminologis diungkapkan Ahmad Abdullah Almasdoosi (1962), bahwa islam adalah kaidah hidup yang diturunkan kepada manusia sejak manusia digelarkan di muka bumi dan terbina dalam bentuknya yang terakhir dan sempurna. Dalam Al – Quran yang suci yang diwahyukan Tuhan kepada nabinya yang terakhir, yakni nabi Muhammad bin Abdullah, satu kaidah hidup yang memuat tuntunan yang jelas dan lengkap mengenai aspek hidup manusia, baik spiritual maupun material. Dari definisi itu dapat disimpulkan bahwa islam adalah agama yang diturunkan Allah SWT kepada manusia melalui rasul – rasulnya, yang berisi hukum – hukum yang mengatur hubungan mansia dengan allah, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam semesta.

Secara garis besar ruang lingkup agama islam menyangkut tiga hal pokok yaitu :

  1. Aspek keyakinan yang disebut akidah, yaitu aspek credial atau keimanan terhadap Allah SWT dan semua yang difirmankannya untuk diyakini.
  2. Aspek norma atau hukum yang disebut syariah, yaitu aturan –aturan Allah SWT yang mengatur hubungan manusia dengan Allah, sesama manusa dan dengan alam semesta.
  3. Aspek perilaku yang disebut akhlak, yaitu sikap – sikap atau perilaku yang nampak dari pelaksanaan akidah dan syariah.

Ketiga aspek tersebut tidaklah berdiri – sendiri, tetapi menyatu membentuk kepribadian yang utuh pada diri seorang muslim. Hal ini diungkapkan secara tegas dalam firman Allah SWT.

di jelaskan dalam surat al baqarah ayat 208 : “Wahai orang – orang yang beriman masuklah kamu dalam islam keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah – langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata”. ( Al – Baqaarah, 2:208)

Antara akidah, syariah, dan akhlaq masing – masing saling berkaitan. Aqidah atau iman merupakan keyakinan yang mendorong seorang mslim untuk melaksanakan syariah. Apabila syariah telah dilaksanakan berdasarkan aqidah akan lahir akhlak. Oleh karena itu, iman tidak hanya di dalam hati, tetapi ditampilkan dalam bentuk perbuatan. Dapat disimpulkan bahwa aqidah merupakan landasan bagi tegak berdirinya syariah dan akhlak.

Selain agama Islam, adapula agama Zoroaster, yang diambil dari nama pendirinya Zoroaster. Agama Budha (Budhisme) berasal dari nama “ Sidharta Gautama Budha” , Budha merupakan gelar bagi Sidharta yang dianggap memperoleh penerangan agung. Agama Yahudi (Judaisme) suatu agama yang dianut oleh orang – orang Yahudi (Jews), asal nama dari Negara Juda (Judea). Agama Hindu merupakan kumpulan dari macam – macam agama dan tanggapan tentang dunia dari orang – orang India. Agama Kristen merupakan agama yang berasal dari pengajarnya atau yang dipujanya “Jesus Crist” dan pengikut – pengikut Kristus disebut pula orang – orang Kristen.

C.  Jenis – Jenis Agama

Dikaitkan dengan arti agama diatas maka sesungguhnya pengertian agama menjadi sangat luas. Tiada seorang pun yang tidak menganut suatu ajaran agama. Boleh jadi seseorang menyatakan dirinya tidak beragama namun pada hakikatnya ia telah membuat ajaran tertentu yang menjadi agamanya.

Berdasarkan sumbernya agama dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :

  1. Agama wahyu: agama yang diterima oleh manusia dari allah sang pencipta melalui malaikat Jibril dan disampaikan serta disebarkan oleh Rasul-Nya kepada umat manusia. Wahyu – wahyu dilestarikan melalui Al – Kitab, suhuf ( lembaran – lembaran bertulis) atau ajaran lisan. Misalnya agama Yahudi, Nasrani dan Islam.
  2. Agama bukan wahyu: agama yang bersandar semata – mata kepada ajaran manusia yang dianggap memiliki pengetahuan tentang kehidupan dalam berbagai aspek secara mendalam.Agama bukan wahyu muncul dari perkembangan budaya suatu masyarakat. Misalnya agama Hindu di India, Shinto di Jepang, agama budha yang berpangkal pada Sidharta Gautama dan confuesianisme yang berpangkal pada ajaran Kong Hu Chu, dan Zoroaster

Berdasarkan misi penyebarannya agama dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

  1. Agama misionari adalah agama yang menuntut penganutnya untuk menyebarkan ajaran-ajarannya kepada manusia lainnya.
  2. Agama bukan misionari adalah agama yang tidak menuntut penganutnya untuk menyebarkan agamanya.

Secara fitriah manusia membutuhkan agama sebagai pegangan hidup, karena itu sejarah agama sama panjangnya dengan sejarah manusia. Karena itu sejarah mencatat aneka macam agama yang dianut oleh manusia sejak dahulu hingga sekarang ini. Baik agama yang berasal dari olah pikir manusia (agama ardi atau agama budaya) maupun agama yang diturunkan oleh wahyu (agama samawi) yang diterima rasul – rasul Tuhan.

Agama budaya umumnya bersifat politeistik atau mempercayai beberapa Tuhan, sedangkan agama wahyu bersifat monoteistik atau meyakini satu Tuhan.

Agama-agama budaya umumnya menggunakan nama pencetusnya sebagai nama agamanya, sedangkan agama wahyu penamaannya berdasarkan wahyu pula, tidak menggunakan nama rasul yang menerimanya.

Agama –agama besar yang dianut umat manusia di dunia antara lain Yahudi, Nasrani, Hindu, Budha dan Islam yang dikelompokan ke dalam agama samawi dan sebagian para ahli mengelompokan agama Yahudi dan Nasrani tidak lagi dipandang agama samawi murni, karena mereka berpendapat bahwa kitab suci kedua gama tersebut telah mengalami perubahan, yaitu terdapatnya intervensi pemikiran menusia ke dalam kitab suci mereka (Charles Adam dalam Daud Ali:73). Dari sudut ketuhananpun kedua agama tersebut tidak lagi menganut monoteisme mutlak, misalnya menurut agama Nasrani, Tuhan yang satu terdiri dari tiga oknum, yaitu Tuhan Bapak, Tuhan Anak, dan Ruhul Kudus. Sedangkan konsep ketuhanan dalam Islam adalah tauhid atau monoteisme mutlak, dimana Tuhan itu Esa yang tidak terbagi – bagi. Jadi dapat dikatakan bahwa agama Islam adalah agama samawi murni. Agama Hindu dan Budha dikeleompokan kedalam agama budaya yang konsep ketuhanannya politeistik.

Agama – agama selain Islam umumnya bersifat local untuk masyarakat tertentu, misalnya Yahudi untuk Bani Israil saja. Sedangkan agama Islam ditunjukan untuk seluruh manusiasepanjang zaman.

Agama Islam adalah agama wahyu yang berdasarkan tauhid, berbeda dengan monoteisme. Tauhid atau keesaan Tuhan diketahui manusia berdasarkan kabar dari Tuhan sendirimelalui firman yang disampaikan kepada Rasul-Nya. Sedangkan monoteisme lahir dari perkembangan kepercayaan manusia terhadap Tuhan setelah melalui proses panjang pengalaman manusia dari dinamisme, animisme,politeisme dan akhirnya monoteisme.

 D.  Risalah Islam

Agama Islam sesungguhnya adalah agama Allah SWT yang dulu dan sekarang. Menurut teori evolusionisme Darwin menganggap manusia sebagai hasil dari evolusi hayat yang bertolak dari makhluk bersel satu, maka Islam dalam rangka evolusi agama Allah berakhir dan paripurna dalam pengakuan tugas Nabi Muhammad SAW. Beliaulah penutup Nabi dan Rasul, karenanya membawa konsekuensi tugas universal dan abadi untuk seluruh manusia hingga ke akhir zaman. Allah SWT menggariskan tujuan risalah dalam Alquran yang artinya tiada kami utus engkau melainkan rahmat bagi sekalian alam.

Tugas Nabi Muhammad ialah pembawa rahmat bagi seluruh umat, maka itu pulalah risalah agama yang dibawanya. Tegasnya risalah Islam ialah mendatangkan rahmat bagi seluruh alam. Jadi kehadiran Islam di alam adalah membawa keselamatan, kesejahteraan dan kebahagiaan manusia lahir dan batin. Baik secara perseorangan maupun secara bersama – sama dalam masyarakat.

Kesempurnaan tujuan risalah Islam barulah terlaksana apabila pemeluknya dan manusia lainnya yang bertetangga dengan Islam merasakan nikmatnya Islam. Jadi merealisasikan risalah Islam ialah kita mewujudkan Islam menjadi syurga bagi manusia di dunia. Kebenaran risalah Islam sebagai rahmat bagi manusia, terletak pada kesempurnaan Islamsendiri. Islam adalah dalam kesatuan ajaran, ajaran yang satu dan lainnya mempunyai nisbat dan hubungan yang saling berkaitan. Maka islam dapat kita lihat dalam tiga segi, yaitu aqidah, syariah dan nizam.

Dalam suatu tinjauan, Islam adalah suatu aqidah atau keyakinan (kepercayaan). Nilai – nilai yang diajarkan kebenarannya mutlak karena bersumber dari yang Maha mutlak. Maka segala yang diizinkannya adalah suatu yang haq (benar), sedang segala yang ditentangmya adalah batil.

Apabila Islam ditinjau dari segi lain, Islam adalah suatu syari’ah artinya sebagai suatu hukum dan perundang – undangan.  Al- Qur’an dan sunnah Rasullulah adalah dua sumber asasi dari ajaran – ajaran Islam dan sekaligus menjadi sumber dan hukum perundang – undangan Islam. Yang mengatur kehidupan manusia baik yang berhubungan dengan Tuhan maupun yang berhubungan antar manusia atau dengan alam.

Islam adalah suatau nizam, yaitu cara hidup atau way of life. Islam sebagai suatu sistem dapat kita lihat sebagai sistem iman, ibadah dan sistem akhlak.

Islam adalah agama keseimbangan, maka ajaran – ajaran Islam hendaknya diterapkan secara seimbang, seimbang yang vertical dan horizontal. Dalam Al-Qur’an penuh dengan ayat – ayat yang mengajarkan tentang keseimbangan. Ayat – ayat Al-Qur’an menyebut akhirat selalu didahului dengan dunia dan kata iman selalu diikuti kata amal shaleh.

Agama yang diturunkan Allah SWT di muka bumi sejak nabi Adam sampai nabi Muhammad SAW, adalah agama islam sebagaimana diungkapkan oleh ( Q.S. ali Imran, 3:19).

Artinya : “sesungguhnya agama disisi Allah adalah agama islam” .

Agama Islam ini telah merangkum semua bentuk kemaslahatan yang diajarkan oleh agama-agama sebelumnya. Agama Islamini lebih istimewa dibandingkan agama-agama terdahulu karena Islam adalah ajaran yang bisa diterapkan di setiap masa, di setiap tempat dan di masyarakat manapun. Allah SWT berfirman kepada Rasulullah:

وَأَنزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقاً لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِناً

Artinya: “Dan Kami telah menurunkan kepadamu Al Kitab dengan benar sebagai pembenar kitab-kitab yang terdahulu serta batu ujian atasnya.” (QS. Al Maa’idah: 48)

Maksud dari pernyataan Islam itu cocok diterapkan di setiap masa, tempat dan masyarakat adalah dengan berpegang teguh dengannya tidak akan pernah bertentangan dengan kebaikan umat tersebut di masa kapan pun dan di tempat manapun. Bahkan dengan Islamlah keadaan umat itu akan menjadi baik. Akan tetapi bukanlah yang dimaksud dengan pernyataan Islam itu cocok bagi setiap masa, tempat dan masyarakat adalah Islam tunduk kepada kemauan setiap masa, tempat dan masyarakat.

Agama Islam adalah agama yang benar. Sebuah agama yang telah mendapatkan jaminan pertolongan dan kemenangan dari Allah SWT bagi siapa saja yang berpegang teguh dengannya. Allah swt berfirman:

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ

Artinya: “Dia lah Zat yang telah mengutus Rasul-Nya dengan membawa Petunjuk dan Agama yang benar untuk dimenangkan di atas seluruh agama-agama yang ada, meskipun orang-orang musyrik tidak menyukainya.” (QS. Ash Shaff: 9)

Allah SWT berfirman,

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُم فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْناً يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئاً وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

Artinya: “Allah benar-benar telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman serta beramal salih diantara kalian untuk menjadikan mereka berkuasa di atas muka bumi sebagaimana orang-orang sebelum mereka telah dijadikan berkuasa di atasnya. Dan Allah pasti akan meneguhkan bagi mereka agama mereka, sebuah agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka peluk. Dan Allah pasti akan menggantikan rasa takut yang sebelumnya menghinggapi mereka dengan rasa tenteram, mereka menyembah-Ku dan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apapun. Dan barangsiapa yang ingkar sesudah itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. An Nuur: 55)

Secara umum dapat dikatakan bahwasanya Islam memerintahkan semua akhlak yang mulia dan melarang akhlak yang rendah dan hina. Islam memerintahkan segala macam amal shaleh dan melarang segala amal yang jelek. Allah SWT berfirman,

إِنَّ اللّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاء ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاء وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Artinya: “Sesungguhnya Allah memerintahkan berbuat adil, ihsan dan memberikan nafkah kepada sanak kerabat. Dan Allah melarang semua bentuk perbuatan keji dan mungkar, serta tindakan melanggar batas. Allah mengingatkan kalian agar kalian mau mengambil pelajaran.” (QS. An Nahl: 90).

Umat Islam dilarang menjadi umat pengekor, tetapi sebagai pengendali. Islam tidak condong ke barat dan ke timur, melainkan Islam hadir di tengah – tengah mengajak seluruh benua, ras, dan bangsa untuk berkiblat kepadanya. Islamlah yang harus memimpin jalannya sejarah menuju kepada hidup dan kehidupan yang bahagia dalam rangka masyarakat yang sejahtera dan bahagia di bawah naungan Allah SWT. Betapa tinggi fungsi umat Islam di tengah – tengah kancah kehidupan manusia. Allah SWT berfirman yang artinya: kamu adalah umat yang paling baik, yang ditempatkan ke tengah – tengah manusia, untuk memimpin kepada kebaikan, mencegah kemungkaran dan percaya penuh kepada Allah.

E.  Misi Kehadiran Islam

Agama Islam memiliki misi, antara lain:

  1. Mengajak manusia untuk tunduk dan patuh terhadap aturan – aturan yang ditetapkan Allah SWT.
  2. Membimbing manusia menemukan kedamaina lahir dan batin dan menciptakan kedamaian hidup bersama.
  3. Memberikan  jaminan untuk mendapatkan keselamatan dan terbebas dari bencana hidup, baik di dunia dan di akherat.

F.   Metode mempelajari Islam

Memahaami islam secara menyeluruh adalah hal yang sangat penting, walaupun tidak secara mendetail. Begitulah cara paling minimal untuk memahami agama, agar menjadi pemeluk agama yang mantap dan untuk menumbuhkan sikap hormat bagi pemeluk agama lain. Di samping itu untuk menghindari kesalahpahaman yang mana memungkinkan timbulnya pandangan dan sikap negative terhadap islam. Maka untuk memahami islam secara benar adalah dengan cara sebagai berikut :

  1. Islam harus di pelajari dari sumbernya yang asli, yaitu Al – Quran dan sunnah Rsullulah. Kekeliruan memahami islam karena orang yang hanya mengenalnya dari sebagian ulama – ulama dan pemeluk – pemeluknya yang telah jauh dari ajaran Al – Quran dan sunnah atau pengenalan dari sumber kitab – kitab fiqih dan tasawuf yang telah tua dan ketinggalan zaman dan kebanyakan bercampur dengan bidah dan khufarat.
  2. Islam harus dipelajari secara integral tidak secara parsial, artinya islam dipelajari secara menyeluruh sebagai satu kesatuan yang bulat tidak hanya sebagian saja.
  3. Islam dipelajari dari kepustakaan yang ditulis oleh para ulama besar. Karena pada umumnya mereka memahami Islam secara baik, pemahaman yang lahir dari perpaduan ilmu yang dalam terhadap Alquran dan Sunnah Rasullulah dengan pengalaman yang indah dari praktek ibadah yang dilakukan setiap hari.

Daftar Pustaka

Departemen Agama RI. 2002. Pendidikan agama Islam Pada Perguruan Tinggi Umum. Jakarta: Departemen Agama RI.

Tersedia: http://id.wikipedia.org/wiki/Islam[ 8 oktober 2012].

Razak, Nasruddin. 1977. Islam. Bandung: Alma’arif.

Zuhairini. 2004. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s