Perencanaan, Pembelajaran dan Model Pembelajaran ADDIE

A.  Perencanaan dan Pembelajaran

  1. Perencanaan

Perencanaan adalah menyusun langkah-langkah yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Mengutip pendapat William H. Newman dari buku Perencanaan Pembelajaran yang di tulis oleh Abdul Majid (2011 : 16) mengemukakan bahwa:

Perencanaan adalah menentukan apa yang akan dilakukan. Perencanaan mengandung rangkaian-rangkaian putusan yang luas dan penjelasan-penjelasan dari tujuan, penentuan kebijakan, penentuan program, penentuan metode-metode dan prosedur tertentu yang penentuan kegiatan berdasarkan jadwal sehari-hari.

Terry ( Abdul Majid, 2011:16) menyatakan bahwa perencanaan adalah:

Menetapkan pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh kelompok untuk mencapai tujuan yang digariskan. Perencanaan mencakup kegiatan pengambilan keputusan. Untuk itu diperlukan kemampuan untuk mengadakan visualisasi dan melihat ke depan guna merumuskan suatu pola tindakan untuk masa mendatang.

Perencanaan juga dapat berarti memilih dengan cara menyeleksi serta menggabungkan sesuatu yang berhubungan dengan masa mendatang atau kepentingan di masa yang akan datang serta bagaimana usaha untuk mencapainya. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Cunningham ( Muhammad Afandi dan Badarudin, 2011:1) menjelaskan tentang perencanaan merupakan :

Menyeleksi dan menghubungkan pengetahuan , fakta, imajinasi dan asumsi untuk masa yang akan datang dengan tujuan memvisualisasi dan memformulisasi hasil yang diinginkan, urutan kegiatan yang diperlukan, dan perilaku dalam batas – batas yang dapat diterima yang akan digunakan dalam penyelesaian.

Pengertian mengenai perencanaan menurut beberapa ahli, menyimpulkan kepada kita bahwa Perencanaan adalah sesuatu hal yang dipersiapkan atau direncanakan dengan menggunakan beberapa langkah atau metode – metode, dimana langkah atau metode tersebut merupakan cara yang digunakan untuk mencapai sebuah tujuan.

 2.  Pembelajaran

“Proses yang diselenggarakan oleh guru untuk membelajarkan siswa dalam belajar bagaimana belajar memperoleh dan memproses pengetahuan, ketrampilan, dan sikap.” (Dimyati dan Mudjiono, 2010:157)

Menurut pendapat Dadang Sukirman dan Nana Jumhana (2006:1) mengemukakan bahwa:

 Pembelajaran adalah suatu proses kegiatan yang ditata dan diatur sedemikian rupa dengan didasarkan pada berbagai aspek baik menyangkut aspek konsep hakikat pembelajaran, maupun ketentuan-ketentuan yuridis formal yang mengatur pelaksanaan pendidikan pada umumnya dan pembelajaran secara lebih khusus.

Heri Rahyubi (2012:233) mengemukakan bahwa “pembelajaran merupakan suatu sistem yang terdiri dari berbagai komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lain”

Pengertian pembelajaran jika disimpulkan dari beberpa ahli tersebut menghasilkan kesimpulan bahwa pembelajaran merupakan sebuah proses atau sebuah kegiatan yang di dalamnya terdapat konsep yang digunakan untuk memberikan pelajaran mengenai pengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang sebelumnya dirancang terlebih dahulu dalam sebuah perencanaan. Dari proses tersebut diharapkan dapat mencapai sebuah tujuan dala dunia pendidikan.

 B.  Model ADDIE

Pengembangan perangkat desain pembelajaran terdapat beberapa model, salah satunya adalah Model ADDIE. Model ADDIE adalah salah satu model desain pembelajaran yang memperlibatkan tahapan – tahapan dasar sistem pembelajaran yang sederhana dan mudah di pelajari. Model ADDIE ini muncul pada tahun 1990-an yang dikembangkan oleh Reiser dan Mollenda. Model ADDIE juga dapat diterapkan untuk profesionalitas guru dan tenaga kependidikan di lembaga – lembaga pendidikan. Model ini menggunakan tahap pengembangan yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation. Sehingga dari tahap pengembangan yang digunakan, model ini sering diset dengan model ADDIE.

1.      Analysis

Analysis (Analisi) merupakan tahap awal yang digunakan dalam desain pembelajaran. Tahap ini merupakan suatu tahapan yang menjelaskan mengenai hal-hal yang harus dipelajari oleh peserta didik. Analisis ini juga digunakan untuk mengklarifikasi apakah ada masalah yang akan dihadapi sehingga nantinya dapat menemukan solusi yang tepat untuk menghadapi masalah dalam penyelenggaraan program pembelajaran.

“Tahap analisis merupakan suatu proses mendefinisikan apa yang akan dipelajari oleh peserta belajar, yaitu menganalisis kebutuhan, mengidentifikasi masalah, dan melakukan analisis tugas.” (Muhammad Afandi dan Badarudin, 2011:24). Sehingga hasil yang diharapkan dapat sesuai dengan hal-hal yang diharapkan sebelumnya.

 2.      Design

Design (Desain) merupakan tahap setelah proses analisis dimana tahap ini adalah tidak lanjut atau kegiatan inti dari langkah analisis. Desain pembelajaran juga dikatakan sebagai rancangan dalam proses pembelajaran. Desain disusun dengan mempelajari masalah, kemudian mencari solusi melalui identifikasi dari tahap analisis kebutuhan pada proses sebelumnya. Salah satu tujuan dari tahap ini adalah menentukan strategi pembelajaran yang tepat agar peserta didik dapat mencapai tujuan dalam proses pendidikan, khususnya dalam mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan dalam proses pembelajaran.

 3.      Development

Setelah terbentuknya desain pembelajaran pada tahap kedua, tahap selanjutnya adalah development atau tahap pengembangan, dimana desain yang sudah tersusun atau sudah terbuat kemudian ditindak lanjuti prosesnya melaui uji coba. Apakan desain yang sudah dibuat tersebut layak untuk digunakan atau tidak. Jika memang desain yang sudah diuji cobakan tersebut berhasil atau dapat digunakan, maka desain harus dikembangkan agar lebih baik dan tentunya mendukung proses pembelajaran untuk mencapai tujuannya.

Tahap pengembangan ini juga harus dikombinasikan atau dipadukan dengan media – media yang kiranya dapat mendukung pembelajaran. Selain itu, hal – hal yang berada disekitarnya tentunya harus berhubungan dan mendukung satu dengan yang lainnya. Oleh sebab itu, pembelajaran akan berjalan dengan baik jika hal yang satu dengan yang lain berhubungn dengan baik.

 4.      Implementation

Suatu rencana pembelajaran yang telah dibuat tidak akan kita ketahui hasilnya apabila tidak ada suatu tindakan yang dilakukan. Adanya tindakan tersebut sangat berarti karena pembelajaran akan memunculkan hal baru berupa dampak yang dapat dijadikan pengalaman atau bahkan acuan apabila telah membuahkan hasil, untuk itulah perlu adanya implementasi yang berarti pelaksanaan atau penerapan dari suatu rencana dimana ini merupakan salah satu model ADDIE yang menjadi satu kesatuan dengan tahap-tahap sebelumnya sebagai penyempurna dan cukup berpengaruh dalam pelaksanaan pembelajaran. 

 5.      Evaluation

Perencanaan pembelajaran yang disiapkan secara matang akan melewati tahap-tahap pengembangan model ADDIE ini dengan lancar dan berakhir pada tahap yang disebut dengan evaluasi. Evaluasi merupakan tahap dimana tindakan yang dilakukan adalah bertujuan untuk mengetahui keberhasilan suatu rencana pembelajaran, hal-hal yang dilakukan guna suksesnya tahap ini tidak semata-mata utuh pada tahap ini saja namun evaluasi dapat terjadi pula pada tahap-tahap sebelumnya. Dalam pelaksanaan evaluasi tersebut hendaklah memperhatikan tujuan-tujuan yang hendak dicapai pada awal perencanaan karena suatu evaluasi atau penilaian memiliki kriteria guna mengetahui ketercapaiannya sampai batas yang ditentukan atau tidak dan dari kegiatan tersebut diperlukan adanya informasi dan data-data yang diperlukan dari obyek yang akan dievaluasi guna kelancaran proses evaluasi.

 

DAFTAR PUSTAKA

Afandi, Muhammad dan Badarudin. (2011). Perencanaan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta

Afandi, Muhammad. (2011). Penelitian Tindakan Kelas. Bandung : Alfabeta

Dimyati dan Mudjiono. (2009). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka  Cipta

Majid, Abdul. (2011). Perencanaan Pembelajaran. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya

Rahyubi, Heri. (2012). Teori-Teori Belajar dan Aplikasi Pembelajaran Motorik. Bandung: Nusa Media

Soekamto, Toeti, dkk. (1993). Prinsip Belajar dan pembelajaran. Jakarta : Depdikbud

Sukirman, Dadang dan Jumhana, Nana. (2006). Perencanaan Pembelajaran. Bandung: UPI PRESS

Trianto. (2010). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-progresif. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup

Akbar, Muhammad Ali ( 2010 ). Model addie. [online]. Tersedia : http://alik3505.blogspot.com/2010/10/model-addie.html [11 september 2012 jam 07.40]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s